Perubahan pentargetan sosial terhadap masyarakat miskin telah menjadi prioritas di banyak negara pada dua dekade terakhir sebagai jawaban atas kendala keuangan dan perubahan kebijakan untuk meningkatkan keefektifan program dalam memberantas kemiskinan. Pemerintah Indonesia telah mencanangkan beberapa program anti kemiskinan skala besar selama beberapa tahun terakhir yang telah membantu mengurangi kemiskinan, seperti program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Tunai Bersyarat (BTB) dan Asuransi Kesehatan (Askeskin). Perbaikan pentargetan di program-program tersebut untuk menjamin sumber daya program yang terbatas supaya dapat menjangkau masyarakat miskin daripada disalurkan ke rumah tangga mampu, tetap merupakan tantangan yang terus-menerus untuk menjamin efisiensi program-program tersebut. Menjawab kebutuhan untuk meningkatkan hasil pentargetan, Badan Perencanaan Nasional (BAPPENAS) telah meminta Bank Dunia untuk menyediakan bantuan teknis dalam mempelajari cara untuk merencanakan sebuah sistem pentargetan rumah tangga yang lebih baik. Penemuan penelitian ini akan mengarahkan keputusan pemerintah untuk mengembangkan metode-metode baru untuk mengindentifikasi rumah tangga miskin yang memenuhi syarat untuk berbagai macam program bantuan. Penelitian ini merupakan usaha kolaborasi antara Bank Dunia Kantor Jakarta (WBOJ), Biro Pusat Statistik (BPS), dan peneliti akademis yang bergabung dengan Jameel Poverty Action Lab (J-PAL) di Massachusetts Institute of Technology (MIT)