Perubahan metode penargetan transfer sosial kepada masyarakat miskin telah menjadi perhatian beberapa negara dalam 2 dekade ini. Perubahan metode ini merupakan respons terhadap krisis keuangan dan permintaan untuk meningkatkan efektivitas program penanggulangan kemiskinan. Pemerintah Indonesia telah meluncurkan beberapa program anti kemiskinan seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Asuransi Kesehatan (Askeskin). Peningkatkan target untuk program-program tersebut akan memastikan program akan mengcover masyarakat miskin daripada masyarakat tidak miskin.
Menjawab kebutuhan untuk meningkatkan kualitas penargetan, BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangungan Nasional) meminta Bank Dunia untuk menyediakan bantuan teknis dalam mempelajari metode untuk mendesain sistem targeting rumah tangga yang lebih baik. Penemuan dari studi ini akan membantu Pemerintah untuk membuat dan mengembangkan metode baru untuk mengidentifikasi rumah tangga miskin yang memenuhi syarat untuk berbagai program bantuan.
Studi pertama dilaksanakan bulan Movember 2008 sampai April 2009 atas kerjasama The World Bank Jakarta, Badan Pusat Statistik (BPS), dan beberapa peneliti dari Jameel Poverty Action Lab (J-PAL) di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Studi ini membandingkan metode PMT (Proxy Means Testing), metode penargetan masyarakat, dan metoda hybrid (kombinasi PMT dan penargetan masyarakat).
Hasil studi pertama ini menunjukkan bahwa pendekatan PMT memberikan perkiraan yang lebih akurat dalam konsumsi rumah tangga miskin/hampir miskin. Sementara metode penargetan masyarakat memberi lebih akurat dalam mengidentifikasi rumah tangga konsumsi rendah. Metode hybrid memberikan perkiraan yang lebih buruk daripada kedua metode tadi. Penemuan-penemuan ini memunculkan pertanyaan kebijakan: apakah masyarakat bisa diijinkan untuk menentukan targetnya sendiri?Apakah ada pilihan hybrid yang lain yang dapat mengkombinasikan keuntungan metode PMT dan metode penargetan masyarakat?Haruskah daerah yang berbeda diberlakukan metode yang berbeda?
Untuk memperoleh hasil yang menyeluruh, maka studi Survei Aspek Sosial Ekonomi Rumah Tangga mulai dilaksanakan.
Survey Meter ditunjuk untuk melaksanakan studi di tiga wilayah pencacahan, yaitu Sumatera Selatan, Lampung, dan Jawa Tengah. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk mempelajari kemungkinan menggunakan kombinasi metode penargetan masyarakat dan metoda PMT (Proxy Mean Test), serta mempelajari manfaat dan efektivitas metode Self Targeting dimana masyarakat menentukan target mereka sendiri.