Metadata last updated on Oct 21, 2021
Kegiatan "Effective Targeting of Anti-Poverty Programs II" dilaksanakan dari tanggal 3 Januari 2011 sampai 4 April 2011 di 3 provinsi yaitu Jawa tengah, Sumatera Selatan, dan Lampung.
Kegiatan ini merupakan proyek penelitian kerjasama Kantor Bank Dunia Jakarta (WBOJ), Badan Pusat Statistik (BPS), Peneliti The Innovations for Poverty Action (IPA), Kementrian Sosial (Kemensos) RI, dan Mitra Samya.
Penelitian ini dilakukan dalam rangka menyikapi kebijakan pemerintah yang telah meluncurkan barbagai program anti kemiskinan skala besar seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).
Tujuan kegiatan penelitian ini adalah:
1. Untuk membandingkan pengorbanan (sumberdaya yang harus dikeluarkan) dan keakuratan setiap pendekatan proses yang paling efisien dan hemat biaya.
2. Untuk menyusun pedoman sebagai panduan bagi para pemangku kepentingan terkait

Lokasi studi meliputi 6 kabupaten yaitu Wonogiri, Pemalang, Lampung Tengah, Bandar Lampung, Palembang, dan Ogan Komering Ilir. Secara keseluruhan jumlah lokasi kegiatan/wilayah pencacahan (wilcah) mencakup 620 desa/kelurahan, 200 desa/kelurahan diantaranya menggunakan metode self targeting, dan 200 desa/kelurahan lainnya menggunan metode hybrid.
Dalam implementasinya, studi yang mengujicoba sebanyak 12 treatment/perlakukan metode ini sekaligus dalam rangka menyeleksi calon peserta Program Keluarga Harapan (PKH).
Khusus untuk metode pendaftaran, dilaksanakan secara kolaboratif oleh berbagai pihak di Kabupaten yaitu Dinas Sosial beserta tim pendamping PKH, Tim BPS dan Tim Fasilitator Mitra Samya.

Sebelumnya, pada bulan November 2008 - April 2009 telah dilakukan studi "Effective Targeting of Anti-Poverty Program I" yang membandingkan pengorbanan (sumberdaya yang harus dikeluarkan) yang terkait dengan penggunaan metode Proxy Mean Test (PMT), metode penargetan masyarakat, atau metode hibrida yang merupakan kombinasi dari kedua metode tersebut.
Hasil percobaan pertama ini menunjukkan bahwa pendekatan PMT memberikan perkiraan yang lebih akurat konsumsi rumah tangga secara keseluruhan, khususnya bagi rumah tangga hampir miskin. Sedangkan pendeketan berbasis masyarakat lebih akurat untuk mengidentifikasi rumah tangga konsumsi rendah. Namun, metode hibrida spesifik yang digunakan memberikan perkiraan yang lebih buruk dibandingkan metode PMT atau penargetan masyarakat.
Hasil ini memunculkan sejumlah pertanyaan kebijakan, antara lain: haruskah masyarakat diizinkan untuk melakukan penargetan sendiri, apakah ada metode hibrida lainnya yang lebih efektif menggabungkan keunggulan dari kedua pendekatan, haruskah pendekatan yang berbeda diterapkan untuk lokasi yang berbeda.
Pada bulan Mei - Juli 2010 proyek percontohan penelitian "Effective Targeting of Anti Poverty Program" kedua dilakukan di 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Lebak (Banten) dan Kota Makassar (Sulawesi Selatan). Hasil penelitian ini menunjukkan untuk self targeting, metode 1 tahap dan sistem digital lebih efektif dibandingkan metode 3 tahap dan sistem manual. Selain itu, penerapan metode hibrida juga terbukti menunjukkan hasil yang positif. Setelah melaui proyek percontohan tersebut, maka kegiatan "Effective Targeting of Anti-Poverty Program II" dilaksanakan.
Metadata
View More
Data Access and Licensing
Classification: Public
This dataset is classified as Public under the Access to Information Classification Policy. Users inside and outside the Bank can access this dataset.
License: Research Data License
This dataset is licensed under Research Data License
Statistics
Views (130)
Downloads (0)
Share Metadata
The information on this page (the dataset metadata) is also available in these formats.
EmailJSON
Emergency Contact Number (US): (202) 458-8888|© 2022 The World Bank Group, All Rights Reserved