Metadata last updated on Oct 21, 2021
Pemerintah Indonesia telah mencanangkan beberapa program anti kemiskinan skala besar selama beberapa tahun terakhir yang telah membantu mengurangi kemiskinan, seperti program Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Tunai Bersyarat (BTB), dan Asuransi Kesehatan (Askeskin). Perbaikan pentargetan di program-program tersebut untuk menjamin sumber daya program yang terbatas supaya dapat menjangkau masyarakat miskin daripada disalurkan ke rumah tangga mampu.
Menjawab kebutuhan untuk meningkatkan hasil pentargetan, Badan Perencanaan Nasional (BAPPENAS) telah meminta Bank Dunia untuk menyediakan bantuan teknis dalam mempelajari cara untuk merencanakan sebuah sistem pentargetan rumah tangga yang lebih baik.
Pada Pada bulan November 2008 - April 2009 penelitian Effective Targetting of Anti Poverty Programs I dilaksanakan untuk melihat bagaimana sebaiknya melakukan target rumah tangga miskin. Penelitian ini membandingkan antara metode Proxy Means Testing (PMT), community targeting, dan kombinasi keduanya (hybrid ) untuk menentukan targeting. Penelitian ini merupakan usaha kolaborasi antara Bank Dunia Kantor Jakarta (WBOJ), Biro Pusat Statistik (BPS), dan peneliti akademis yang bergabung dengan Jameel Poverty Action Lab (J-PAL) di Massachusetts Institute of Technology (MIT)

Pada penelitian Effective Targetting of Anti Poverty Programs II ini akan dikaji beberapa alternatif kombinasi PMT-community hybrid serta melihat cost saving dan efektifitas dari metode self targeting. Self-targeting merupakan pendekatan dimana seseorang harus melalui proses pendaftaran untuk mengikuti suatu program. Program yang dimaksud disini adalah Program Keluarga Harapan (PKH), suatu program bantuan tunai bersyarat untuk rumah tangga miskin yang memiliki ibu hamil dan anak usia sekolah.
Proses Pendaftaran dibuat sedemikian rupa sehingga orang miskin lebih mungkin untuk mendaftar dan orang yang tidak miskin lebih sulit mendaftar.

Tujuan penelitian Effective Targetting of Anti Poverty Programs II adalah:
1. Tujuan jangka pendek : untuk membantu pemerintah Indonesia dalam menentukan indikator yang lebih baik untuk memperbaiki penentuan rumah tangga miskin yang berhak memperoleh bantuan dari program-program kemiskinan.
2. tujuan jangka panjang : membantu pemerintah dalam menentukan metode pentargetan yang bagaimanakah yang paling efisien dan cost-effektif.
Metadata
View More
Data Access and Licensing
Classification: Public
This dataset is classified as Public under the Access to Information Classification Policy. Users inside and outside the Bank can access this dataset.
License: Research Data License
This dataset is licensed under Research Data License
Statistics
Views (158)
Downloads (0)
Share Metadata
The information on this page (the dataset metadata) is also available in these formats.
EmailJSON
Emergency Contact Number (US): (202) 458-8888|© 2022 The World Bank Group, All Rights Reserved